Aris Hidayat

Tiada pemberian yang terindah selain kata maaf. Tiada perbuatan yang termulia selain memaafkan.

 
JADWAL SHALAT
Hiburan

KasKusRadio - Indonesian Radio
Silaturahmi


kosong
Perempuan Kaya dan Tukang Becak
5/16/2009
Di Klaten, Jawa Tengah, ada seorang tukang becak miskin tapi suka bershodaqoh. Meskipun miskin, ia tidak mau kemiskinannya membuatnya terhalang untuk bershodaqoh.

Shodaqoh yang dilakukannya ini tergolong cukup unik, yaitu dengan menggratiskan penumpangnya setiap hari Jum’at.

Pada suatu hari, datanglah seorang penumpang perempuan menghampiri tukang becak yang shaleh tersebut. Rupanya penumpang itu datang dari kota yang sangat jauh. Penumpang tersebut orang kaya kalau diliat dari cara berpakaian dan asesorisnya. Ia tidak bertanya berapa ongkosnya apalagi menawar kepadanya. Ia langsung naik saja.

Setelah sampai ditempat tujuan, penumpang itu memberikan uang jasa kepada tukang becak itu, tapi malah ditolaknya secara halus.

“Maaf, saya telah berjanji pada diri saya jika hari Jum’at saya akan menggratiskan semua penumpang saya. Saya selalu berusaha memegang kuat janji itu,”

Setelah tukang becak pergi, penumpang itu diam. Dia kecewa karena uangnya tidak diterimanya. Perempuan itu malah penasaran,” Saya akan buktikan pada hari Jum’at mendatang, saya penasaran, saya akan naik becaknya lagi. Apakah pada hari Jum’at besok ia masih tidak mau menerimanya uang jasa ataukah menerimanya??” demikian kata hati si perempuan tadi.

Setelah naik becaknya lagi pada hari Jum’at berikutnya, perempuan itu mencoba kembali memberi imbalan jasa, Tapi si tukang becak tetap tidak mau menerimanya.

Si Perempuan itu disadarkan oleh perilaku tukang becak dermawan itu. Ia menyadari atas kekeliruan dan kelalaian dirinya yang selalu egois dan tidak pernah memikirkan orang lain apalagi melakukan shodaqoh. Penumpang itu lalu memintanya agar diantarkan kerumah tukang becak itu. Ia ingin sekali mengenal lebih jauh keluarganya.

Setelah sampai dirumah tukang becak ini, perempuan itu disambut dengan hangat. Rumahnya sangat sederhana. Istrinya terlihat sangat terampil melayani tamunya. Tanda keshalehan tampak dari wajahnya, dalam caranya bertutur kata dan menghormati tamu. Sebelum pulang, si penumpang kaya raya tadi berkata kepada si tukang becak.

“Kebiasaan shodaqoh bapak telah menyadarkan sikap saya selama ini yang sangat egois. Hidup saya hanya saya habiskan untuk mengais harta tanpa sedikitpun memikirkan nasib orang lain yang membutuhkan. dan akhirnya, kini saya sadar tetang arti hidup ini dari mana dan kemana kita akan menuju.

“Sebagai tanda syukur kepada Alloh SWT, dan rasa terima kasih saya kepada Bapak, maka ijinkan saya bapak sekeluarga untuk naik haji bersama saya dan keluarga saya.

Dengan tertegun dan seperti tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya, si tukang becak tadi menitikan air mata tanda rasa syukur, rupanya doa-doanya selama ini juga masih didengar oleh Alloh SWT, doa yang selalu dipanjatkan walaupun secara nalar tidak bisa seorang seperti dirinya bisa menabung untuk berhaji,, “butuh berapa lama saya dapat mempunyai uang untuk dapat ke tanah suci???, untuk makan sehari-hari saja saya masih sulit..??”. Tapi doa seorang hamba sahaja ini rupanya sama dengan doa orang lain, entah kaya raya atapun pengusaha. Manusia didepan Alloh sama tidak ada bedanya, hanya manusia itu sendiri yang mengelompokan-ngelompokan. “Terima kasih ya Alloh,, Engkau tidak pernah tidur.

sumber http://donkissotes.blogspot.com

posted by Aris Hidayat @ 8:01 AM   0 comments
Virus Ponsel Yang Mentransfer Pulsa
2/24/2009
Tidak hanya pengguna PC saja yang perlu waspada terhadap serangan aplikasi berbahaya atau malicious software, namun juga para pengguna telepon genggam. salah satu jenis trojan yang berbahay adalah trojan mobile yang melakukan transfer pulsa tanpa otoritas dari telepon yang terinfeksi, dan dikenal dengan nama trojan-SMS.Phyton.Flocker. belum lama ini tim kapersky memberikan peringatan bahwa trojan mobile tersebut telah menampakkan varian barunya yang mampu berjalan pada ponsel fitur J2ME (Java 2 Micro Edition). Varian barunya ini bernama Trojan-SMS.J2ME.GameSat.a. Aktivitas trojan ini menyalahgunakan layanan transfer pulsa dari salah satu operator seluler di Indonesia. Trojan tersebut menampilkan dirinya sebagai aplikasi chat. tapi begitu dijalankan, ia akan mengirimkan SMS ke nomor layanan 151. fitur itulah yang dimemanfaatkan oleh trojan untuk mentransfer pulsa sebesar Rp.5000 ke nomor lain, tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. untuk mencegahnya, jangan sembarangan menginstall aplikasi dari sumber yang tidak jelas atau tidak dapat dipercaya.
posted by Aris Hidayat @ 7:42 AM   0 comments
Kegunaan Lain dari Laptop
2/11/2009











posted by Aris Hidayat @ 10:05 AM   0 comments
10 Fakta Menyedihkan tentang Jakarta
Dalam edisi Kompas cetak beberapa hari lalu ada ulasan mengenai film ‘Slumdog Millionaire’ yang menceritakan sisi-sisi gelap kehidupan kota Mumbai, kota terbesar di India, yang menurut sang produser adalah kota yang gagal. Saya tergelitik oleh pernyataan si penulis bahwa kemungkinan Jakarta juga sedang mengambil jalan menuju kegagalan. Mungkin pernyataan itu ada benarnya.




Hanya sedikit warga Jakarta yang peduli pada sejarah kotanya sendiri.


Adolf Heuken pernah diprotes, kenapa beliau hanya menulis bukunya yang terkenal “Historical Sites of Jakarta” dalam bahasa Inggris. Menurut beliau itu karena warga Jakarta sepertinyat tidak tertarik akan sejarah kotanya sendiri.Buku itu memang akhirnya diterbitkan juga dalam bahasa Indonesia atas permintaan banyak pihak, namun pernyataan Heuken perlu direnungkan. Kalau melihat banyaknya bangunan tua bersejarah di kawasan kota lama Batavia yang dibiarkan dalam kondisi terlantar, kawasan bersejarah seperti segitiga Senen yang beralih fungsi menjadi kawasan komersial modern atau hilangnya Hotel Des Indes untuk dijadikan kawasan pertokoan Duta Merlin yang tanpa karakter, atau digusurnya gedung Societet de Harmonie, semakin hilangnya karakter pecinan di kasawan Kota dan masih banyak lagi, mungkin memang benar bahwa warga Jakarta kurang peduli pada sejarah kotanya.

Sesuatu hal yang menyedihkan karena dengan hilangnya monumen sejarah itu hilang pula kolektif memori warga Jakarta.














Jakarta sedang menuju bunuh diri ekologis


Tidak bisa disangkal kawasan hijau di Jakarta semakin berkurang. Bahkan daerah resapan air dan paru-paru kota juga sudah banyak berubah menjadi kawasan komersial. Check this : Hutan Simpang Tomang yang dulunya adalah sabuk hijau kota sekarang sudah menjadi Mal Taman Anggrek. Daerah persawahan dan rawa di Kelapa Gading sekarang sudah menjadi kawasan hiburan, perumahan dan komersial. Wilayah Sunter yang dulunya adalah daerah resapan air sudah menjadi kawasan permukiman dan pabrik. Kawasan hutan bakau Pantai Kapuk sekarang sudah menjadi daerah perumahan elit. Hutan Kota Senayan yang dulunya khusus diperuntukkan bagi paru-paru kota sekarang padat dengan berbagai mal dan bangunan perkantoran. Tidak heran peta genangan banjir semakin tahun semakin luas.

Jangan salahkan anak-anak yang bermain bola di jalanan, lah, lapangannya mana?

Kasian sekali anak-anak yang besar di Jakarta, tidak ada tempat bermain, jangankan lapangan bola, taman kecil tempat bermain ayunan atau bermain kelereng pun sudah tidak ada lagi. Ruang terbuka public di Jakarta sudah semakin berkurang dan sepertinya tidak pernah mendapat perhatian. Mungkin pemerintah Jakara berpikir untuk apa ada ruang terbuka public toh warganya juga sudah tidak punya waktu lagi untuk berinteraksi satu sama lain.













Mau becak, bemo, bajaj atau busway, semuanya sami mawon, tidak aman dan tidak nyaman.


Bus umum terutama metromini memang sudah terkenal banyak copet dan kalau lagi apes bisa juga bertemu garong atau dipalak preman. Tapi siapa nyana naik becak pun bisa dirampok. Busway yang rencananya akan jadi pahlawan angkutan umum Jakarta pun ternyata tidak nyaman. Tengok saja antrian busway yang panjangnya bisa sama dengan antrian Bantuan Langsung Tunai alias BLT. AC dan TV di halte busway yang awalnya dingin dan menyala terus pun sekarang sudah mati semua. Copet juga tidak ketinggalan ikut meramaikan busway. Kalau di dalam bis biasa atau metromini copet cukup berpakaian casual, bahkan aksesoris kebanggaan mereka seperti rantai dan anak kunci masih melekat d ibadan, maka kalau di dalam busway, para copet berpakaian sangat rapi layaknya karyawan, bahkan dandanan mereka bisa lebih rapi dan lebih harum daripada penumpang yang notabene adalah karyawan kantoran betulan.

























Antara penjalan kaki dan warung kaki lima, eh ya yang digusur koq ya pejalan kaki...


Repotnya jadi pejalan kaki di Jakarta, sudah jalannya hanya seukuran pinggul orang dewasa, mesti bersaing pula dengan pedagang kaki lima dan parkiran liar. Pemerintah kota Jakarta sepertinya tidak pernah memperhatikan pejalan kaki, jangan harap ada trotoar lebar di seluruh kota Jakarta. Trotoar yang lebar hanya ada di secuil ruas jalan Thamrin Sudirman. Kalau ada trotoar nganggur sedikit saja, pasti langsung diisi oleh pedagang kaki lima atau parkiran sepeda motor liar atau bahkan trotoar dipakai pula untuk perlintasan kendaraan roda dua saat jalanan macet.

Kalau masuk kantor jam 8 pagi, dari rumah jam 6 pagi. Kalau masuk kantor jam 7 pagi, sebaiknya nginap saja di kantor.

Kemacetan lalu lintas adalah makanan sehari-hari warga Jakarta atau mereka yang bekerja di Jakarta. Beruntung mereka yang masih punya secuil lahan untuk ditinggali di kota Jakarta. Karena kawasan permukinan sudah semakin bergeser ke arah pinggiran, semakin banyak kaum komuter yang masuk ke kota Jakarta setiap hari. Saking padatnya kendaraan di pagi dan sore hari, semakin lama pula waktu yang terbuang di perjalanan. Orangtua harus berangkat pagi hari sebelum anak-anak bangun dan baru bisa tiba kembali di rumah setelah anak-anak tidur. Cara untuk mengatasi kemacetan? Tidak ada. Satu-satunya pilihan hanya bagaimana menikmatinya saja.


Katanya Molenvliet dulunya adalah Queen of the East, katanya......

Kota Paris yang indah punya sungai yang membelahnya menjadi dua. Kota Jakarta juga punya Molenvliet. Sungai ini membelah kota Jakarta dari Utara ke Selatan. Sekarang, area Molenvlieat adalah daerah seputar Jl. Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Dahulu daerah ini adalah permukiman elit warga negara Belanda dan warga keturunan Tionghoa. Kawasan ini sangat indah karena banyaknya rumah mewah gaya kolonial dengan taman-taman yang luas. Kawasan in pulalah yang menyebabkan kota Batavia di abad 17 diberi julukan Queen of the East. Apa yang tersisa saat ini sungguh sangat menyedihkan. Salah satu rumah mewah Belanda yang masih tersisa di kawasan ini dan masih terawat baik adalah Gedung Arsip Nasional yang dulunya adalah rumah Reiniers Klerk van Middelburg, mantan Gubernur Jendral Belanda.

Citra kawasan ini sebagai kawasan indah ala Eropa saat ini sudah tidak terlihat lagi. Bangunan kolonial sudah diganti dengan deretan ruko, pub, panti pijat, dan hotel hotel kelas murah.













Asap benar-benar membuat mabuk!


Hidup di Jakarta mau tidak mau harus bersahabat dengan asap. Mulai dari asap rokok hingga asap kendaraan bermotor. Berdasarkan penelitian yang pernah saya baca entah dimana, paparan CO2 yang terlalu tinggi pada tubuh manusia bisa menyebabkan IQ alias kecerdasan bisa menurun hingga beberapa point. Sayang belum pernah ada penelitian yang membuktikan bahwa IQ anak-anak Jakarta dan sekitarnya lebih rendah daripada IQ anak-anak di daerah luar Jakarta. Tapi siapa pula peduli pada otak yang cerdas, karena di Jakarta apa saja bisa jadi duit. Tapi terlepas dari soal IQ, asap benar-benar menurunkan kualitas kesehatan di kota Jakarta.


















Seperti apa sih budaya asli warga Jakarta?


Selama beberapa tahun tinggal di kota ini, budaya asli warga Jakarta yang pernah saya lihat hanya ondel-ondel yang muncul setiap tujuh belasan dan setiap kali ada acara Jakarta Fair. Katanya musik asli orang Betawi yang warga asli Jakarta adalah Gambang Kromong, seperti apa bunyinya, mana saya tahu. Katanya setiap kali Lebaran, ada dodol khas bikinan orang Betawi, seperti apa rasanya, mana saya tahu. Sampai sekarangpun saya masih penasaran seperti apa budaya asli Jakarta. Semoga saja suatu saat saya bisa melihat produk asli warga Jakarta sebelum keburu dicekal seperti tari Jaipong.

Kolong jembatan, pinggir rel kereta, atau di mana saja deh, kalau mau bisa saja dibuat rumah.

Permukiman kumuh ada di mana-mana, dari yang legal sampai yang illegal. Masalah kependudukan mungkin memang sudah terlalu ruwet untuk diatasi. Dalam kumpulan foto tentang daerah kumuh karya Jonas Bendiksen, seorang fotografer muda asal Norwegia terdapat sebuah foto yang menggambarkan kehidupan seorang ibu bernama Asanah yang tinggal bersama suami dan tiga anak remaja di ruangan berukuran dua kali dua meter dengan tinggi 1 meter di bawah kolong jembatan di atas kanal pembuangan sampah kota Jakarta. Tidak ada satupun perabot rumah tangga di dalam rumah kecil itu. Sungguh menyesakkan menyaksikan kehidupan kaum miskin dan sangat miskin di kota ini. Mau digusur atau diremajakan? Tidak ada pilihan yang mudah.


















http://community.kompas.com
posted by Aris Hidayat @ 9:40 AM   0 comments
Tragedi cilok
1/16/2009
Masih ingat jaman nakalnya kita waktu umur belasan tahun ?
Saat saya masih pakai seragam SMP, kenakalan umum yang paling mewabah adalah memanggil nama teman dengan nama orang tuanya. Bisa nama ayahnya, atau lebih parah lagi nama ibunya. Saya kurang begitu tahu, apakah trend buruk ini juga melanda di kota-kota lain pada saat itu dan apakah hingga saat ini masih juga terjadi, tapi yang jelas itu adalah hal yang sangat tidak baik. Banyak korban-korban berjatuhan akibat wabah buruk ini, mulai dari berantem antar teman, dipanggil guru BP, bahkan sampai mendapatkan skorsing dari sekolah.

Kejadian paling parah adalah pengalaman memalukan yang dialami oleh seorang teman SMP saya, Prasetyo. Teman saya satu ini memang paling ketagihan kalau urusan harus memanggil dan mengejek teman lain dengan memanggil nama orang tuanya, hingga suatu saat benar-benar kena batunya.
Adalah Nugroho, teman sekelas Prasetyo yang tiap hari berangkat-pulang sekolah dengan naik sepeda. Suatu hari karena suatu hal, Nugroho tidak bersepeda ke sekolah dan jadilah pada waktu pulang sekolah dia dijemput oleh bapaknya. Saat bubaran sekolah, Nugroho yang memang kalem dan pendiam berjalan santai menghampiri bapaknya yang sudah menunggu duduk di motor Vespanya di luar halaman sekolah. Ia duduk membonceng di belakang sang bapak, lalu Vespa pun segera meluncur ke jalan raya. Prasetyo berada beberapa meter tak jauh dari Vespa yang ditumpangi Nugroho dan bapaknya, sedang asyik makan jajanan cilok (aci dicolok, Jw: bakso kojek) favoritnya. Insting untuk memanggil nama bapak teman-temannya begitu terasah tajam, hapalan nama orang tua masing-masing teman sekelasnya pun sudah katam di luar kepala. Susah bagi dirinya untuk melewatkan setiap teman yang tertangkap oleh matanya, tanpa kemudian ia memanggilnya dengan nama bapaknya. Mungkin dia bisa sakaw bila tidak melakukannya. Tak terkecuali saat vespa yang dinaiki Nugroho dan bapaknya lewat di depan Prasetyo. Dengan segenap haribaan nuraninya, seluruh otot diafragma dan saraf pita suara yang ada, Prasetyo meneriakkan kata-kata yang ia yakin adalah nama milik bapak si Nugroho (nama bapaknya Nugroho adalah pak Mustar)

“MOOOSSSTAAAAAAAARRRRRRRRRR !! “, begitu keras hingga beberapa cilok di tangannya mencolot berjatuhan.

ciiiiiiiit …. tiba-tiba suara ban yang berdecit dari Vespa yang sedang berjalan, mengerem mendadak, lalu berhenti seketika Dengan sekali putar, Vespa itu berbalik dan menuju ke arah asal teriakan suara. Suara yang tentunya sangat menyakitkan bagi sang pengemudi Vespa.
Nugroho yang duduk kursi dibelakang hanya pasrah, wajahnya bagaikan televisi LCD jaman sekarang, flat.
Prasetyo mulai menyadari ke te-o-el-o-el an nya, melihat pak Mustar menuju ke arahnya. Seluruh badannya lemas tak berdaya hingga beberapa butir cilok kembali menggelinding dari plastik di genggaman tangannya jatuh ke tanah.

“Anda memanggil saya,…. ada perlu dengan saya ?”, pak Mustar bertanya tegas dengan nada tinggi. Wajahnya menunjukkan ekspresi marah, tidak suka. Tatap mata pak Mustar yang tajam menembus kacamatanya, membuat Prasetyo semakin menggigil, kaku dan sudah pasrah dengan apapun yang akan terjadi.
Diam seribu bahasa, lalu wajahnya kini memerah.

”Mmmm mmmmaaaf pak,… ss ssaya kira tadiii…ituuu mmmm pffff “, Prasetyo tergagap, satu butir lagi cilok menggelinding jatuh dari tangannya.
posted by Aris Hidayat @ 8:22 AM   0 comments
MENGENALI KESALAHAN DAN KELEMAHAN DIRI
… فَلا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى (لنجم:32)

“……maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci, Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS 53:32).

Mengetahui dan menyadari kesalahan adalah awal kebaikan. Sementara merasa benar terus adalah awal dari kehancuran. Kesalahan memang merupakan tabiat manusia, namun tidaklah bijaksana bila kita terus menerus melanggengkan kesalahan apalagi mewariskannya kepada binaan-binaan atau anak-anak kita. Surat An-Nisa ayat 9 mengingatkan kita bahwa ada keterkaitan yang erat antara kuat atau lemahnya generasi penerus dengan ketakwaan dan kebenaran ucapan orang tua atau pembina. Oleh karena itu sepantasnyalah kita selalu mawas diri jangan sampai kita mewariskan keburukan kepada penerus-penerus kita.

Hendaklah kita menjadi pribadi yang malu bila berbuat salah. Malu kepada Allah dan malu kepada orang-orang beriman. Tidak cukup sekadar mengetahui bahwa diri kita salah, tetapi kita begitu manja meminta permakluman dari Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penerima Tobat. Yang harus kita lakukan bukan hanya menjauhi kesalahan-kesalahan yang besar dan fatal tetapi juga berusaha menghindarkan diri dari kekeliruan-kekeliruan kecil. Sebab apapun bentuknya bila kita sadar melakukan kesalahan tetap saja itu merupakan dosa.

Siapa pun kita pasti pernah terjatuh pada kesalahan. Tugas kita adalah memohon ampun dan bertobat kepada Allah. Untuk kesalahan pada sesama manusia tentu saja kita harus meminta maaf lebih dulu kepada mereka. Jangan gengsi untuk mengakui kesalahan. Jangan sampai kita berbohong untuk membela kesalahan kita. Apalagi kita berargumen untuk membela kesalahan tersebut dan meminta orang lain menganggap bahwa kesalahan kita adalah kebenaran, na’udzubillahi min dzalik

Allah paling mengetahui tentang diri kita dan melebihi pengetahuan kita. Maka janganlah kita merasa diri kita bersih dan merasa diri paling benar. Kalaupun kita benar dan orang lain salah kita tidak boleh melecehkan kesalahannya. Kalau kita tidak ingin aib kita dibuka orang lain maka jangan buka aib orang lain. Meluruskan diri sendiri dan orang lain tidak perlu dengan cara membuka aib. Cukuplah kita meminta ampun kepada Allah dan melakukan langkah-langkah perbaikan yang lebih menjaga kehormatan diri dan orang lain. Terkadang ada orang yang karena kesalahannya terlanjur dibeberkan menjadi malu dan bersikap antipati, bukan hanya kepada yang membeberkan tetapi juga kepada wadah di mana si pembeber aib bernaung. “Janganlah karena engkau orang jadi benci terhadap Islam”(Al Hadits). Kebenaran harus diperjuangkan dengan cara yang benar pula, al ghaayah laa tubarrirul wasiilah (tujuan tidak boleh menghalalkan segala cara).

Jadi masalahnya bukan tidak boleh mengungkap kesalahan orang lain, tapi bagaimana caranya agar pengungkapan itu tidak membawa dampak negative bagi yang bersangkutan: menghalanginya dari jalan Allah. Teruslah memperjuangkan kebenaran. Jantanlah mengakui kesalahan dan bijaksanalah dalam meluruskan kesalahan orang lain. Keberhasilan berawal dari kesadaran akan kesalahan, sehingga setiap pribadi senantiasa terus memperbaiki diri menuju kepada kesempurnaan.
posted by Aris Hidayat @ 8:17 AM   0 comments
Profil Facebook Aris Hidayat
Previous Post
Archives

Blogroll




ffff
Manusia Biasa
setetes embun
logot1tokecil



Photobucket

trik yuwie
Bikers Online Media

MY FRIENDS

Mini Web

© 2005 Aris Hidayat Blogspot Template by arishidayat.blogspot.com